Sabtu, 30 April 2011

Game Theory dan Analisis dari Konflik Internasional


Game Theory adalah teori dari rasional behavior (perilaku rasional) dalam menghadapi lawan yang diharapkan bertindak rasional. Dalam hal ini rasional behavior dianggap sebagai asumsi dari setiap partisipan atau pemain yang memiliki serangkaian penjelasan dan tujuan dasar sama yang tetap dan akan menentukan kebijakan aktual nya sesuai dengan tujuan tersebut tanpa adanya kesalahan. Secara teknis, term ini  menjelaskan bahwa setiap pemeran memiliki penjelasan yang baik akan fungsi utilitas yang menyatakan nilai atau utilitas yang dimasukkan kedalam berbagai tujuan kebijakan, dan perilaku aktualnya akan secara penuh konsisten dengan fungsi utilitas ini. Teori ini dikembangkan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan dalam melibatkan dua kepentingan atau lebih dengan asumsi setiap aktor dapat mengambil keputusan-keputusan secara bebas.
Dalam politik internasional, prediksi mengenai kebijakan dari suatu negara atau saran untuk pencipta kebijakan luar negri hanya dapat dipastikan dengan mengetahui tujuan dari kebijakan tersebut. Tidaklah sulit untuk mengetahui tujuan umum dari suatu kebijakan namun akan menjadi hambatan besar apabila kita mencoba meneliti atau memprediksi prioritas dari masing-masing bagian atau sektor tertentu.Game Theory sendiri mencoba memberikan bantuan dalam penciptaan prediksi terhadap prioritas negara pada sektor-sektor tersebut dengan asumsi dasar “semua tujuan dari keputusan aktor berdasarkan analisis aktor tersebut”
Ketidak realistis-an dari Asumsi Rasional Behavior
-          Pembuatan kebijakan adalah manusia, maka manusia yang tidak luput dari kesalahan terkadang menyebabkan kesalahan. Karena itu kebijakan yang tercipta sering tidak konsisten.
-          Kesulitan untuk mengadopsi garis kebijakan yang samar, dikarenakan pembuat kebijakan adalah subjek tekanan konflik dari negaranya sendiri.
-          Adanya kekuatan superior yang mendominasi untuk menyebarkan pengaruhnya dalam pembuatan kebijakan internasional sehingga terkadang menciptakan kebijakan yang irrasional. Hal ini dapat dikatakan bahwa situasi yang tercipta adalah situasi yang tidak objektif.


Tujuan dari Game Theory
Game theory bertujuan untuk menganalisis situasi dan memprediksi apa langkah aktor, atau memberikan saran untuk langkah selanjutnya.  Secara jelas, prediksi atau saran dari game theory akan menjadi relevan apabila dapat diketahuinya tujuan aktual dari aktor tersebut. Apakah aktor tersebut bertujuan untuk “menang” ataukah aktor tersebut bertujuan untuk “kalah”. Dalam game theory, secara fundamental, cara satu-satunya untuk  mengerti tujuan dari kebijakan negara tertentu adalah dengan meneliti perilaku pembuat kebijakan sebelumnya. Perilaku pembuat kebijakan sebelumnya dapat memberikan interpretasi untuk mengetahui pola dan tujuan dari kebijakan negara tertentu.

3 Kelas Utama dalam Klasifikasi Game Theory
-          Games with Identical Interests . situasi dimana kepentingan 2 aktor adalah sama, ketika salah satu “menang” maka aktor lain juga akan mendapatkan kesempatan menang yang sama. Hal ini adalah indikasi dari Equal Payoff. Dalam klasifikasi ini, aktor-aktor rasional akan selalu bekerjasama secara penuh karena setiap dari mereka hanya dapat kalah jika tidak ada kerjasama.
-          Games with  Opposite Interests. Situasi dimana kemenangan salah satu aktor adalah kekalahan aktor lainnya. Kemenangan aktor satu akan diasumsikan dengan variabel X dan kekalahan aktor lain diasumsikan dengan –X , maka akan diperoleh persamaan seperti X+(-X) = 0. Asumsi tersebut adalah bagian dari Zeros Sum Game. Dalam klasifikasi ini, aktor-aktor tidak dapat bekerjasama dikarenakan kepentingan yang bertolak belakang.
-          Games with Mixed Interests. Situasi ketika kepentingan aktor satu serupa dengan aktor di beberapa aspek namun bertolak belakangan di aspek lainnya.  Dalam klasifikasi ini, biasanya aktor-aktor dapat memainkan dua peran yang secara langsung, bentuk kerjasama maupun tanpa kerjasama.





Ketentuan-ketentuan dalam Game Theory

-          Angka dalam Matrix Payoff mengindikasikan keuntungan bagi aktor adalah baris dan kerugiannya diasumsikan dengan kolom, hal ini merupakan hasil dari rangkaian Game Strategy yang berbeda.
-          Adanya anggapan bahwa suatu strategi tidak dapat dirusak dengan adanya kompetitor dan faktor-faktor lain.
-          Suatu strategi dapat dikatakan dominan apabila payoff strategi menjadi superior dalam menghadapi payoff lain yang berhubungan dengan strategi alternatif.
-          Strategi Optimal adalah rencana yang membuat aktor tertentu berada dalam situasi yang paling menguntungkan dimana situasi tersebut mengabaikan faktor (kegiatan) kompetitornya.
-          Tujuan Game Model adalah untuk mengetahui Strategi Optimal aktor lain.
-          Pure Strategy Game. Situasi dimana strategi optimal bagi semua aktor adalah penggunaan strategi tunggal. Pencapaian nilai diambil dari titik maksimum dan minimum dari baris dan kolom.
-          Mixed Strategy Game. Situasi dimana penggunaan lebih dari satu strategi demi pencapaian optimal, hal ini dilakukan ketika Pure Strategy Game dianggap tidak relevan atau tidak bisa memberikan saran optimal bagi aktor.


Kesimpulan

Analisa Game Theory berdasarkan dari prinsip umum yang dapat dinyatakan sebagai tindakan lanjutan. Rasionalitas membutuhkan setiap aktor untuk memiliki rangkaian dari tujuan kebijakan yang konsisten dan seharusnya tidak mencoba untuk menjalankannya dalam dua arah yang berbeda pada waktu yang sama. Rasionalitas juga membutuhkan setiap aktor untuk memilih strateginya sendiri dengan ekspektasi bahwa ia dapat secara rasional mengetahui perilaku aktor lain. Hal ini dapat secara pasti memberikan keuntungan bagi para aktor dalam melakukan bergaining dengan aktor lain, dimana dengan meneliti perilaku aktor lain maka dia dapat menentukan langkah atau strategi dalam rangka mendapatkan tujuan utamanya dan mencegah masuknya strategi lawan untuk menebarkan pengaruh terhadapnya.
Keuntungan Utama dari Game Theory adalah sudut pandang yang dapat menuntun kita terhadap kesadaran sistematis terhadap pertimbangan-pertimbangan tersebut. Hal ini mempermudah kita untuk memformulasi terms yang lebih tepat dan berarti bertindak dengan lebih cerdas, mencoba mendasari kebijakan kita dengan ekspektasi kecerdasan namun tetap memperhatikan reaksi dari orang lain terhadap kebijakan kita.

Ditranslasi dan merujuk pada : Jhon C . Harsanyi
dalam tulisannya yang berjudul : Game Theory and the Analysis of International Conflict

Tidak ada komentar:

Posting Komentar